MENEMBUS TEMBOK GAIB
Tembok gaib telah terbangun di alam
dunia selama ratusan tahun. Diawali dengan kemenangan materialism sebagai cara
pandang tunggal dunia. Seluruh dunia dipenjara dalam tembok gaib. Tak ada cara
berpikir lain. Segala hal berbeda disebut alternatif, sebuah pilihan yang
dianggap rendah disbanding cara berpikir mainstream (arus utama).
Suku pedalaman yang hidup selaras
dengan alam dianggap kaum rendah, tak beradab. Pertumbuhan ekonomi lewat
eksploitasi manusia dalam wujud eksploitasi alam menjadi dambaan. Gedung tinggi
yang membuat manusia terasing dari sesama dianggap sebagai simbol kemajuan.
Dalam apartemen mewah, tiap manusia terpenjara dengan diri dan prasangkanya
atas kehidupan. Individualisme merupakan trend kehidupan modern. Dan bersamaan
dengan itu, tingkat depresi meningkat pesat.
Negara dengan tingkat pertumbuhan
ekonomi tinggi seringkali dibarengi dengan tingginya angka bunuh diri,
perceraian dan kemiskinan ekstrim. Semua manusia menderita. Penderitaan semakin
meningkat Ketika berusaha mengejar kebahagiaan yang dilambangkan dengan
pemilikan harta. Nafsu berkuasa meraja. Tiap orang menjadi ingin lebih unggul
dari lainnya. Manusia merasa lebih unggul dari makhluk lain di bumi. Karena
itulah merasa berhak menjadi penguasa dunia. Alam diperlakukan sebagai sumber kekayaan
diri. Manusia lain ditaklukan dan menjadi sumber tenaga penggerak bagi mesin
penghasil modal.
Kuasa dan harta berjalan beriringan.
Materialism melahirkan individualism yang kemudian membuat manusia menjadi
sangat egois. Memenuhi kebuAllah Swt diri adalah hal pokok. Perkara orang lain
kelaparan dan miskin, bukan menjadi urusannya. Para manusia yang kekurangan itu
dianggap kalah. Kekalahan akibat kelemahan diri. Tak mampu berkompetisi dalam
kehidupan. Miskin dan lapar bukan masalah manusia lain. Itu kesalahannya
sendiri akibat bodoh dan malas. Begitulah anggapannya. Hasilnya tentu saja
penderitaan yang semakin meluas.
Inilah tembok gaib yang menghalangi
manusia melihat pilihan lain dalam hidup. Kita semua terpenjara dalam tembok
gaib. Meskipun setiap manusia ingin dicintai oleh manusia lain. Egoisme mereka
tetap menjadi tuan. Rasa cinta tak lagi didasarkan ketulusan. Kata ikhlas
sangat langka dalam ruang penjara tembok gaib. Memenuhi kepentingan pribadi menjadi
tujuan utama.
Kehidupan di dunia dianggap sebagai
satu-satunya. Akhirat hanyalah masa depan yang buram. Meskipun agama dianut
oleh mayoritas manusia, dunia tetap saja berada dalam penjara. Lalu bagaimana cara
kita untuk bebas dari tembok gaib? Tidak lain, tidak bukan dengan cara berusaha
mengenal diri. Berpikir tentang hakikat diri. Dari mana kita berasal, kemana
kita akan pergi. Berpikir mengenai Allah Swt.
Diri kita sendiri harus mulai
mencoba mengenal diri yang sejati. Menggunakan akal dan hati untuk menilai
kehidupan. Semua dimulai dengan membebaskan pikiran kita. Berpikir bebas
merupakan semboyan utama. Kemerdekaan berpikir akan menjadi jalan untuk menuju
kebebasan. Cahaya Allah Swt akan memancar kepada mereka yang berusaha menemukan
Allah Swt sejati dengan pikirannya, olah hatinya dan tindakannya. Merdeka
berpikir, merdeka merasakan, dan merdeka bertindak dalam mencari kebaikan.
Benar-benar kemerdekaan sejati.
Tembok gaib itu bukanlah sesuatu
yang alamiah. Tembok gaib ini buatan manusia. Karena dia buatan manusia, maka
kita sebagai manusia pasti akan bisa menembusnya. Membebaskan diri darinya. Dan
menjadi manusia mardhika (merdeka).
Berpikir bebas tidak mudah
dilakukan. Akan banyak halangan yang membuat kita kembali berjalan mundur ke arah
penjara tembok gaib. Tidak semua manusia dapat menerimanya. Baik mereka yang
takut dengan cara berpikir bebas, ataupun para penjajah yang tak mau manusia
menyadari penjara tembok gaib yang terpasang. Ini akan menjadi sebuah
petualangan Panjang. Mungkin akan memakan waktu seumur hidup. Namun, saya ingin
menemani saudara semua menjalaninya. Semoga blog ini dapat menjadi teman setia
dalam perjalanan paling penting dalam hidup saudara. Mari kita berjalan bersama.
Sesungguhnya, kekuatan hanya ada dalam jamaah.

Comments
Post a Comment