Posts

Hidup Berani

Image
  Bagaimana ketika anda mendengarberita tentang gadis kecil diperkosa beramai-ramai oleh pria remaja dan dewasa. Lalu gadis itu meninggal di tempat. Mayatnya pun kemudian masih diperkosa, baru kemudian dibuang di tempat sampah.                 Bagaimana pendapat anda mengenai kejadian ini? Siapakah yang akan disalahkan? Apakah anda akan menyalahkan korban yang dinilai memprovokasi orang lain untuk memperkosanya atau menyalahkan para pemerkosa sekaligus pembunuh itu. Atau mungkin menyalahkan penegark hukum, pemerintah, masyarakat, bahkan menyalahkan Tuhan. Atau mungkin anda takkan menyalahkan siapapun dan bersikap acuh tak acuh selama kejahatan ini tidak menimpa diri atau keluarga anda.                 Kita semua memiliki cara berpikir berbeda dalam menanggapi keadaan. Namun, semua tanggapan itu memiliki dasar logika yang membenark...

Makhluk Super Itu Bernama Perempuan

Image
  Tak ada makhluk yang lebih mengerikan dari perempuan. Dan Mereka menguasai dunia Buktinya sederhana saja. Dunia media social sempat dihebohkan oleh idiom “the power of emak-emak”. Tapi bagaimana dengan ungkapan “the power of bapak-bapak”? Nyata di depan mata bahwa tak ada hal seperti itu, tak laku itu. Mau bukti tambahan, baiklah. Coba kita lihat film Wonder Woman yang dibintangi oleh si cantik Gal Gadot. Di situ ada sebuah suku yang hanya terdiri dari perempuan, suku Amazon namanya. Suku ini tidak hanya laku di film Wonder Women. Ada banyak film lain yang selalu menyinggung suku full perempuan ini. Namun, tak pernah ada kisah di film manapun mengenai sebuah suku yang hanya terdiri dari kaum jantan. Kalaupun ada, saya menolak untuk menonton. Membayangkannya saja sudah geli. Perempuan terbukti memiliki kuasa lebih disbanding kaum laki-laki dalam ruang penggunaan bahasa. Istilah kerennya, menurut saya, perempuan memiliki suatu kuasa yang disebut power penetrasi. Jika laki-lak...

Syukurlah, Ada Neraka

Image
  Api berkobar membakar, panas tak terkira. Berbagai bentuk penyiksaan telah disiapkan. Tak ada jalan keluar, tak ada jeda istirahat. Hanya ada rasa sakit dan penderitaan luar biasa. Tak ada kematian, hanya ada teriakan sampai waktu tak berujung. Abadi dalam penyiksaan, itulah neraka.                 Agama, apapun namany, percaya neraka ada. Seakan sudah ada perjanjian sebelumnya di antara pendiri agama. Entah kapan perjanjian dibuat. Masa hidup yang berbeda ternyata tak menghalangi adanya persamaan. Tak hanya neraka, surga pun disetujui secara bersama. Tak perlu gunakan elemen demokrasi suara terbanyak, karena semua pemuka agama, apapun agamanya, percaya adanya surga.                 Jika ada kebetulan paling aneh, maka inilah dia. Mungkin betul semboyan Negara kita, Bhinekka Tunggal Ika, berbeda tetap satu jua. Agama manusia sed...

MENG-ISLAMKAN PARENTING DAN MANFAATNYA BAGI PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN

  Selain mencegah dari rasa sombong dan menambah kesabaran, memasukkan parenting ke dalam Islam juga memberikan keuntungan bagi pengembangan dan pelaksanaan parenting .             Islam mengajarkan kita untuk berusaha memahami dan menerima kehendak Allah SWT. Di sini perlu disadari bahwa manusia tak bisa memahami sepenuhnya kehendak Allah SWT. Termasuk memahami seluruh hukum-Nya yang berkaitan dengan pengasuhan. Baik dari sisi psikologi, sosiologi, biologi, genetika dan lainnya. Sehingga sampai kapan pun kita akan selalu diliputi oleh ketidaktahuan.             Manusia hanya bisa berusaha mendekati kebenaran, namun takkan bisa mencapainya. Karena kebenaran hanya milik Allah SWT. Sehingga seluruh pengetahuan manusia saat ini termasuk ilmu psikologi perkembangan dan parenting masih sangat terbatas. Ilmu manusia masih sangat jauh dari sempurna. Sehingga penerapannya bis...

ISLAMIC PARENTING YANG MELUPAKAN ALLAH SWT

  Islamic parenting ternyata terjebak dalam pola pikir yang tidak jauh berbeda dengan parenting konvensional. Orang tua ditempatkan sebagai penyebab utama, sebagai Sang Pemanah. Meskipun memang saran dan masukan yang diberikan dibalut dengan ayat dan hadis namun esensinya tetap sama. Allah SWT sangat jarang disinggung di dalamnya. Seakan-akan Allah SWT telah menyerahkan seluruh pekerjaan tarbiyah (pengasuhan) dan ta'dib (pendidikan) anak pada orang tua. Padahal Allah SWT adalah Sang Pemanah yang mengendalikan busur (orang tua) dan anak panah (anak).             Seperti kisah Nabi Ibrahin A.s dan Nabi Yaqub A.s yang menjadi kisah pembuka buku ini. Manusia tidak dapat memastikan hasil akhir sebuah proses pengasuhan. Berpikir bahwa orang tua dapat mempengaruhi anak secara langsung lewat berbagai tindakan merupakan pemikiran yang keliru. Sebuah ilusi yang menjadi tabir antara kita dengan tauhid.     ...

MERENGGUK HIKMAH PUISI KAHLIL GIBRAN

  ANAKMU BUKANLAH MILIKMU Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra-putri sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri.   Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau, mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.   Berikanlah kasih sayangmu, namun jangan sodorkan pikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri.   Patut kau berikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanya, sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan, yang tiada dapat kau kunjungi, sekalipun dalam mimpimu.   engkau boleh berusaha menyerupai mereka, namun jangan membuat mereka menyerupaimu, sebab kehidupan tidak akan pernah berjalan mundur, ataupun tenggelam ke masa lampau.   Engkaulah busur asal anakmu, anak panah hidup, melesat pergi.   Sang Pemanah membidik sasaran keabadian, Dia merentangkanmu dengan kuasa-Nya, hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.   Bersukacitalah dalam rentangan tang...

HAKIKAT HUBUNGAN SEJATI MANUSIA DAN ALLAH SWT

  Penulis memisahkan orang tua dengan anak dan menyatukan masing-masing dengan Allah Swt karena memang itulah hubungan yang sejati. Dan setiap orang dari mereka akan datang kepada Allah sendiri-sendiri pada hari kiamat... Maryam ayat 95        Seluruh manusia akan datang menghadap Allah Swt sendirian. Tidak dengan istri, anak, teman, pimpinan atau ulama sekalipun. Pada hari kiamat nanti, manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya pada Allah Swt. Hanya pada Allah Swt semata.        Sehingga jelas di sini bahwa tanggung jawab kita hanya pada Allah Swt, bukan pada anak, istri, teman, bawahan atau lainnya. Memang anak kita bisa menagih kesalahan orang tua di akhirat nanti. Hanya saja, permintaan pertanggung jawaban itu tidak bisa dilakukan secara langsung, harus melalui perantaraan Allah Swt terlebih dahulu. Semua berjalan atas ijin dan perkenaan Allah Swt. Ini artinya, Allah Swt menjadi perantara hubunga...