HAKIKAT ILMU



Ada pengetahuan yang bisa dibagikan. Ada pula ilmu yang hanya bisa diberikan. Hanya Allah Swt yang bisa memberikan ilmu. "Memberi" merupakan kata yang menandakan adanya kepemilikan. Manusia tak bisa "memberi", karena pada hakikatnya manusia tak memiliki apa-apa. Segalanya milik Allah Swt, termasuk ilmu.


Manusia hanya bisa berbagi. Kita bisa meminjam motor dan menggunakannya untuk mengantar teman. Ini namanya berbagi manfaat motor. Menjadikan barang pinjaman lebih bermanfaat. Atau lebih tepat dikatakan meningkatkan manfaat barang pinjaman.


Pengetahuan bisa dibagi. Banyak cara bisa digunakan. Lewat ceramah, tulisan, film, spanduk, billboard, selebaran dan lainnya. Namun tidak dengan ilmu. Penguasaan ilmu hanya milik Allah Swt. Orang bisa saja membaca buku berkali-kali dan tidak memperoleh ilmu. Bisa juga orang sama sekali tidak membaca tetapi mampu memahami banyak hal.


Inilah hakikat ilmu. Belajar, hanya merupakan upaya manusia untuk memperoleh ilmu. Amal/usaha/kerja mencari ilmu dinilai sebagai kebaikan. Amal inilah yang dinilai Allah Swt, bukan hasilnya. Perkara hasil, sepenuhnya berada dalam kuasa Allah Swt. Sejatinya, manusia tidak perlu memusingkan hasil. Perjuangkan amal sepenuh hati. Itu saja sudah cukup.


Tak ada manusia cerdas, yang ada hanya manusia yang berusaha keras mencari ilmu dan lalu dikabulkan Allah Swt. Serta manusia yang dipilih Allah Swt untuk diberikan ilmu. Sehingga, kesombongan akibat merasa cerdass merupakan tanda kebodohan. Bodoh karena tak memahami hakikat ilmu

Comments

Popular posts from this blog

MENEMBUS TEMBOK GAIB

ILUSI KEBEBASAN