Hidup Berani

 


Bagaimana ketika anda mendengarberita tentang gadis kecil diperkosa beramai-ramai oleh pria remaja dan dewasa. Lalu gadis itu meninggal di tempat. Mayatnya pun kemudian masih diperkosa, baru kemudian dibuang di tempat sampah.

                Bagaimana pendapat anda mengenai kejadian ini? Siapakah yang akan disalahkan? Apakah anda akan menyalahkan korban yang dinilai memprovokasi orang lain untuk memperkosanya atau menyalahkan para pemerkosa sekaligus pembunuh itu. Atau mungkin menyalahkan penegark hukum, pemerintah, masyarakat, bahkan menyalahkan Tuhan. Atau mungkin anda takkan menyalahkan siapapun dan bersikap acuh tak acuh selama kejahatan ini tidak menimpa diri atau keluarga anda.

                Kita semua memiliki cara berpikir berbeda dalam menanggapi keadaan. Namun, semua tanggapan itu memiliki dasar logika yang membenarkan. Jika anda menyalahkan korban, maka anda akan memiliki cara berpikir seperti ini.

                Manusia bukanlah makhluk bebas, Ia terikat oleh tindakan orang lain. Kaum Stoic bahkan menggunakan kata terjajah. Jika anda menganggap orang lain mengotrol tindakan anda, maka itu artinya orang lain tersebut telah menjajah keputusan anda untuk bersikap. Pemikiran seperti ini juga berlawanan dengan doktrin tentang kehendak bebas. Jika anda menilai tindakan orang lain mempengaruhi apa yang akan anda lakukan, anda tidaklah memiliki kehendak bebas. Al-Quran pun menyatakan manusia bebas memilih mau menjadi muslim atau kafir. Pemikiran seperti ini menandakan kekacauan pola pikir dan rendahnya literature yang dikonsumsi.

                Jika anda berpikir bahwa semua ini menjadi kesalahan dari para pemerkosa dan pembunuh itu, maka anda setuju dengan doktrin kebebasan berpikir dan berkehendak. Dari segi manusiawi, pemikiran seperti ini memang menampakkan titik kebenaran. Namun dari segi takdir, menjadi masalah serius. Segala sesuatu telah ditulis di alam sebelum bumi ini tercipta. Layaknya sebuah program computer. Semua haruslah telah tertulis dengan jelas dan lengkap, baru kemudian program tersebut berjalan. Apapun yang akan dilakukan oleh karakter dalam program tersebut, sudah ditulis dalam bahasa program. Takkan ada satupun yang terlewatkan. Sehingga, semua hal yang telah terjadi di dunia ini sejatinya telah tertulis dalam Lauhul mahfudz. Termasuk ketika anda membaca tulisan ini, itu sudah tertulis dalam lauhul mahfudz.

                Walaupun kritik terhadap pemikiran seperti juga ada. Bukankah Allah Swt menyatakan dalam al-Quran bahwa manusia memiliki kehendak bebas. Namun di sisi lain, seluruhnya sudah diatur dan tertulis dalam kitab yang jelas, lauhul mahfudz. Penjelasannya bisa dilakukan sebagai berikut.

                Manusia harus mampu membedakan antara tindakan manusia dan tindakan Tuhan. Jika ini merupakan tindakan antara manusia dengan sesamanya atau makhluk lainnya, maka di sana ada kehendak bebas. Namun, jika manusia melihat tindakan Allah Swt terhadap manusia, seluruh tindakan bebas yang dilakukan manusia itu, oleh Allah Swt telah dituliskan di lauhul mahfudz. Tentu saja, naskah tersebut bisa dirubah oleh Allah Swt. Ketika perubahan dilakukan, sebagian besar manusia takkan ada yang mengetahuinya, kecuali kelompok manusia terpilih yang mendapat pemberitahuan dari Tuhan.

                Pemikiran lain seperti, semua kejahatan di dunia ini merupakan salah Tuhan, juga memiliki landasan pembenar. Bukankah semua sudah ditakdirkan, sehingga kejahatan macam apapun yang terjadi telah menjadi ketetapan Tuhan. Tentu saja ini amat sangat benar. Namun, tidak adil menyalahkan Tuhan atas kejahatan yang menimpa. Karena bisa saja, korban yang menderita dan terbunuh itu berakhir di surga dan mendapatkan kenikmatan abadi. Jika ingin memikirkan tindakan Allah Swt, maka pikirkanlah secara menyeluruh. Lakukan penilaian dengan adil.

 

(bersambung…)

Comments

Popular posts from this blog

MENEMBUS TEMBOK GAIB

ILUSI KEBEBASAN

HAKIKAT ILMU