Syukurlah, Ada Neraka

 


Api berkobar membakar, panas tak terkira. Berbagai bentuk penyiksaan telah disiapkan. Tak ada jalan keluar, tak ada jeda istirahat. Hanya ada rasa sakit dan penderitaan luar biasa. Tak ada kematian, hanya ada teriakan sampai waktu tak berujung. Abadi dalam penyiksaan, itulah neraka.

                Agama, apapun namany, percaya neraka ada. Seakan sudah ada perjanjian sebelumnya di antara pendiri agama. Entah kapan perjanjian dibuat. Masa hidup yang berbeda ternyata tak menghalangi adanya persamaan. Tak hanya neraka, surga pun disetujui secara bersama. Tak perlu gunakan elemen demokrasi suara terbanyak, karena semua pemuka agama, apapun agamanya, percaya adanya surga.

                Jika ada kebetulan paling aneh, maka inilah dia. Mungkin betul semboyan Negara kita, Bhinekka Tunggal Ika, berbeda tetap satu jua. Agama manusia sedunia boleh berbeda, namun mengenai surge-neraka, semuanya satu jua.

                Pemuka agama, di manapun ia dalam agama apapun, akan selalu mengajak manusia mencapai surga. Tak ada yang mengajak manusia ke neraka, kecuali mungkin satanisme. Ya, kepercayaan satu ini memang berbeda. Mereka justru mengajak manusia untuk masuk neraka, sebagai bentuk tantangan kepada Tuhan.

“Ya Tuhan, aku tak takut pada neraka-Mu. Aku akan hidup semauku, dengan aturanku sendiri, persetan dengan-Mu”

Begitulah mereka. Lucu nan menggemaskan. Tak percaya adanya Tuhan, tapi sok menantang. Buat apa menantang sesuatu yang dianggap tidak ada. Aneh tapi tidak ajaib. Itulah manusia, bermacam-macam, dan perbedaan yang ada sangat menghibur. Namun, ternyata dari pernyataan yang saya baca di suatu website satanisme itu, muncul sebuah ide tentang neraka. Ketika ide baru muncul biasanya ada lampu menyala di atas kepala kita. Tetapi, untuk ide neraka ini, bukan hanya lampu, bunga-bunga mekar bermunculan, ditambah suara kicauan merdu burung-burung lucu dan gemericik air mengalir. Indahnya, dan neraka ternyata indah.

NERAKA MEMBUAT DUNIA INDAH

                Ya, memang neraka membuat dunia indah. Bayangkan sebuah dunia tanpa ancaman neraka. Semua akan akan bertindak semaunya, seenaknya dan sebrutal-brutalnya. Ada perempuan cantik kelihatan dalam radius 100 meter, langsung ditangkep lalu diperkosa. Lelaki tampan rupawan melintas, seketika dikejar, ditangkap lalu dijadikan hiasan dinding rumah. Garang dan penuh perang. Neraka mencegah semua itu terjadi.

                Neraka tak hanya berhubungan dengan agama. Manusia itu unik. Mereka belajar dari ide-ide yang melintas disekitarnya. Ketika ide tentang neraka tiba-tiba berkelindan, manusia segera mengadopsinya dalam bentuk hukuman yang diberikan kepada orang-orang yang dianggap jahat. Penjara merupakan manifestasi ide dari neraka. Pastinya, bukan lahir dari ide tentang surga, kecuali mungkin penjara para koruptor.

                Nah, tipe penjara satu ini bikin kagum malaikat. Sambil berdecak kagum mereka berkata, ”Manusia itu mantap sekali, mereka bisa menciptakan surga di dalam neraka”.

                Bayangkan kehidupan kita tanpa adanya penjara dan hukuman bagi penjahat. Saya kasih waktu 3 menit membayangkannya………………………………….

                Baik, waktu habis. Tergambar kan betapa kacaunya hidup ini. Di dunia tanpa ide tentang neraka, manusia bisa hancur tak bersisa. Di dunia di mana hanya ada ide mengenai surga, manusia pun akan bergelimang kelemahan dan kemandekan. Revolusi politik, ilmu pengetahuan dan teknologi terwujud ketika manusia dipaksa oleh penderitaan. Ketika manusia ingin membeli nasi goreng nan jauh, mereka menderita harus menyalakan kendaraan dan menjalankannya ke tempat penjual nasi goreng. Penderitaan ini melahirkan ide yang dipakai Go-Send dan Go-Grab. Cukup memencet smartphone, nasi goreng datang menghampiri kita secara gaib.

SURGA ITU BERBAHAYA, KECUALI…….

                Neraka bermanfaat dan surga berbahaya. Saya tidak bercanda, ada penelitian yang membuktikan hal ini. Tentu saja maksud saya adalah surga di bumi. Kalau surga di akhirat, saya tak banyak bicara karena tak pernah kesana.

                Percobaan mengenai surga di bumi merupakan proyek penelitian yang menjadikan tikus sebagai bahan percobaan. Pembaca jangan tersinggung ya, saya bukannya menyamakan saudara semua dengan tikus, tapi memang mirip, hehe. Buktinya vaksin dan obat-obatan pun diujikan dahulu ke tikus sebelum di uji ke manusia.

                Ada proyek penelitian behavioral bernama Mice Utopia Experiment yang dibuat oleh John B. Calhoun tahun 1962. Prakteknya begini, peneliti membuat sebuah tempat hidup bagi tikus yang di desain memberikan makanan dan minuman dalam jumlah tak terbatas. Artinya, tikus seakan hidup di surga. Tak ada kelaparan dan kehausan. Semua di dapat tanpa harus berusaha.

                 Pada tes pertama, peneliti menempatkan sekitar 32 sampai 56 tikus dalam surga buatan berukuran 10x14 kaki. Ia membagi tempat menjadi 4 ruang. Awalnya tikus semuanya hidup bahagia. Lalu ketika tikus telah berjumlah 2200, malapetaka terjadi. Walaupun makanan dan minuman tersedia tanpa batas, namun mereka justru membuat kelompok, dan saling menyerang satu sama lain. Tingkat kematian tikus muda begitu tinggi. Bahkan muncul generasi tikus yang tak mau bergerak. Generasi tikus ini hanya hidup untuk tidur, makan dan minum di tempat. Kehancuran social pun meningkat, hingga sampai kemunculan kanibalisme diantara tikus. Semua ini terjadi di dalam surga buatan.

                Kehidupan serba mapan dan nikmat, tanpa tantangan sama sekali, bukanlah sesuatu yang indah bagi manusia. Tanpa tantangan, hidup akan hampa. Itulah manfaatnya ujian dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Segala penderitaan di dunia, yang sering dianggap sebagai neraka dunia, sejatinya merupakan alat penyeimbang alam semesta dan kehidupan manusia. Kita sebagai manusia perlu mensyukurinya. Begitu juga dengan keberadaan neraka di akhirat. Kita harus bersyukur karena Tuhan Yang Maha Esa memberitahukan kita keberadaan neraka tersebut.

TUHAN TAK INGIN MANUSIA MASUK NERAKA

                Jika Tuhan ingin semua manusia masuk neraka, maka Ia takkan memberitahukan keberadaan neraka. Tuhan takkan mengirim kitab suci dan para Nabi serta Rasul. Cukup biarkan saja manusia hidup tanpa pegangan apapun, maka mereka akan saling menghancurkan dan hasilnya, semuanya masuk neraka.

                Artinya, Tuhan sejatinya tak ingin kita masuk neraka. Ini sama dengan seorang ayah yang mengancam akan menghukum anak jika menonton video porno. Ancaman sang Ayah ini bukanlah wujud kesewenang-wenangan ayah terhadap anak. Semacam tiran kejam yang menindas anaknya. Justru ancaman itu diberikan karena sang Ayah sejatinya tidak ingin menghukum anaknya. Sang Ayah akan berharap anaknya tidak menonton video porno sehingga ia tak perlu menghukumnya.

                Sama dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ancaman neraka dibuka sedari awal, bukan karena Tuhan memiliki hobi menyiksa manusia atau sadomasosis. Justru Tuhan ingin manusia menghindari neraka. Tuhan ingin seluruh manusia dapat tumbuh berkembang dengan maksimal, mencapai potensi kebaikan 100 persen lalu meninggal masuk surga.

                Itulah manfaat neraka dalam hidup manusia. Syukurlah ada neraka.

Comments

Popular posts from this blog

MENEMBUS TEMBOK GAIB

ILUSI KEBEBASAN

HAKIKAT ILMU